TUGAS I Komputasi Teknik
1. Mencari akar persamaan pangkat tiga menggunakan metode Newton-Rhapson
a. Buat Persamaan:
x3+2x+5=0
b. Membuat plot grafik dengan Matlab dengan command sebagai berikut:
p=[1 0 2 5];
x=linspace(-2,2,100); %Specifies 100 values between -2 and 2
y=x.^3+2.*x+5;plot(x,y);grid %The dot exponentiation is a must
c. Berdasarkan grafik di atas, tebakan awal nilai yang ada, x0 = -1,3
d. Mencari akar persamaan dengan menggunakan metode Newton-Rhapson dengan command sebagai berikut:
p=[1 0 2 5];x0=-1.3
q=polyder(p)
x1=x0-polyval(p,x0)/polyval(q,x0)
y1=polyval(p,x1)
n=1
while 1
x1=x0-polyval(p,x0)/polyval(q,x0)
y1=polyval(p,x1)
x0=x1
n=n+1
if(n>=100)
break;
end
end
sehingga di dapatkan hasil sebagai berikut:
x0 =
-1.3000
q =
3 0 2
x1 =
-1.3287
y1 =
-0.0032
n =
1
x1 =
-1.3287
y1 =
-0.0032
x0 =
-1.3287
n =
2
e. Untuk mengecek apakah benar x = -1,3287, maka di tes dengan memasukkan
x0 = -1,3287
hasilnya:
x0 =
-1.3287
q =
3 0 2
x1 =
-1.3283
y1 =
-7.4053e-007
n =
1
x1 =
-1.3283
y1 =
-7.4053e-007
x0 =
-1.3283
n =
2
Dicoba lagi dengan memasukkan x0 = -1,4
Hasilnya:
x0 =
-1.4000
q =
3 0 2
x1 =
-1.3310
y1 =
-0.0197
n =
1
x1 =
-1.3310
y1 =
-0.0197
x0 =
-1.3310
n =
2
Dicoba lagi dengan memasukkan x0 = -1,3310
Hasilnya:
x0 =
-1.3310
q =
3 0 2
x1 =
-1.3283
y1 =
-2.9675e-005
n =
1
x1 =
-1.3283
y1 =
-2.9675e-005
x0 =
-1.3283
n =
2
Dari hasil iterasi di atas, dengan mencoba memasukkan tebakan awal x0 = -1,3287 dan x0 = -1,3310 ternyata memberikan hasil yang sama, yaitu nilai X konvergen mulai dari iterasi ke dua (n = 2) dengan nilai x0 = x1 = -1,3283
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa:
akar dari persamaan x3+2x+5=0 adalah -1,3283
2. Metode mencari akar selain Newton-Rephson dan bisection
a. Metode Posisi Salah atau Palsu/Regula Falsi/Interpolasi Linier
Walaupun bagidua merupakan suatu teknik sempurna yang berlaku secara sempurna untuk menentukan akar-akar,pendekatan “paksa besarnya”-nya relative kurang efisien. Posisi salah merupakan suatu alternative perbaikan berdasarkan suatu pengertian grafik.
Kelemahan metode bagidua ialah dalam membagi interfal dari xI hingga xu ke dalam paruhan-paruhan yang sama, tidak ada perhitungan mengenai besar harga f(xI) dan f(xu). Misalnya jika f(xI) lebih mendekati nol daripada f(xu), tampaknya akar menjadi lebih dekat ke xI daripada ke xu (Gambar 1). Suatu metode alternative yang menggali pengertian grafik ini ialah dengan menggabungkan titik-titik oleh sebuah garis lurus. Perpotongan dari garis ini dengan sumbu x menyatakan sebuah taksiran perbaikan dari akar. Ternyata penempatan kembali kurva oleh sebuah garis lurus memberikan suatu “posisi salah” nama aslinya adalah metode posisi salah atau regulasi falsi dalam bahasa latin. Metode ini juga dinamakan metode interpolasi linier.
Gambar 1. Suatu penjelasan grafik dari metode posisi palsu. Segitiga serupa yang digunakan untuk menurunkan formula buat metode tersebut adalah yang diarsir
Dengan memakai segitiga yang serupa (Gambar 1), perpotongan garis lurus dengan sumbu x dapat ditaksir sebagai:
Diturunkan menjadi
Bentuk ini adalah suatu bentuk metode posisi palsu. Bentuk ini memungkinkan komputasi akar xr sebagai fungsi tebakan terbawah dan teratas xI dan xu. Bentuk ini dapat dinyatakan dalam bentuk lain dengan menguraikan:
Persamaan ini adalah formula posisi salah. Harga xr dihitung dengan persamaan ini, lalu bila perlu menggantikan salah satu tebakan awal xI atau xu yang memenuhi sebuah harga fungsi dengan tanda yang serupa seperti f(xr). Dengan cara ini harga-harga xI dan xu selalu mengurung akar sebenarnya. Proses tersebut diulangi sampai akar ditaksir secara layak.
Algoritma dari metode metode posisi salah/palsu:
· Pilih taksiran terendah xI dan tertinggi xu untuk akar agar fungsi berubah tanda sepanjang interval. Ini dapat diperiksa dengan meyakinkan bahwa f(xI) f(xu) < 0
· Taksiran pertama akar xr ditentukan oleh:
· Buat evaluasi berikut ini untuk menentukan subinterval, di dalam mana akar terletak:
ü Jika f(xI) f(xr) < 0, akar terletak pada subinterval pertama, maka xu=xr dan lanjutkan langkah ke 4.
ü Jika f(xI) f(xr) > 0, akar terletak pada subinterval kedua, maka xI=xr dan lanjutkan langkah ke 4.
ü Jika f(xI) f(xr) = 0, akar = xr hentikan komputasi.
· Hitung taksiran baru akar dengan:
· Putuskan apakah taksiran baru cukup akurat sesuai kebutuhan. Jika “ya”, hentikan komputasi. Jika “tidak”, kembali ke langkah 3
b. Metode Iterasi Satu Titik Sederhana
Metode iterasi satu titik sederhana mengembangkan formula untuk meramalkan sebuah taksiran akar dengan cara mengatur kembali fungsi f(x) = 0 sedemikian sehingga x berada pada ruas kiri persamaan:
x = g(x) (1)
Transformasi ini dapat dikerjakan dengan manipulasi aljabar atau dengan penambahan sederhana x ke kedua ruas persamaan semula.
Misalnya :
· x2 – 2x + 3 = 0
Dapat dimanipulasi secara mudah menjadi:
· Sin x = 0
Dimasukkan ke dalam bentuk persamaan (1) dengan menambahkan x pada kedua ruas menjadi:
x = sin x + x
manfaat persamaan (1) ialah memberikan sebuah rumus untuk meramalkan sebuah harga dari x, sebagai fungsi dari x. jadi dengan diberikannya sebuah tebakan awal pada akar xi, persamaan (1) dapat digunakan untuk menghitung suatu taksiran baru xi + 1, seperti dinyatakan oleh rumus iterasi:
xi+1 = g(xi) (2)
atau
xi = g(xi-1)
kesalahan aproksimasi bagi persamaan ini dapat ditentukan dengan memakai penaksir kesalahan:
Algoritma dari metode iterasi sederhana:
· Definisikan f(x) dan g(x)
· Tentukan toleransi error (e) dan iterasi maksimum (n)
· Tentukan pendekatan awal x
· Untuk iterasi = 1 s/d n atau f(x) > e
xi = g(xi-1)
Hitung f(xi)
· Akar persamaan adalah x terakhir yang diperoleh
c. Metode Secant
Masalah potensial dalam melaksanakan metode Newton Raphson adalah evaluasi turunan. Ada beberapa fungsi yang turunannya terlalu sukar dievaluasi. Untuk kasus-kasus ini, turunan tersebut dapat didekati oleh suatu diferensi terbagi hingga:
Sehingga diperoleh persamaan:
Algoritma metode secant:
· Definisikan fungsi f(x)
· Tentukan toleransi error (e) dan iterasi maksimum (n)
· Masukkan dua nilai pendekatan awal, dimana diantaranya terdapat akar (x0 dan x1), gunakan metode grafis untuk mendapatkan titik pendekatan
· Hitung f(x0) dan f(x1) sebagai y0 dan y1
· Untuk iterasi i = 1 sampai dengan n atau |f(xi| > e
Hitung

· Akar persamaan adalah nilai x yang terakhir diperoleh








Tidak ada komentar:
Posting Komentar