ONE-DIMENSIONAL STEADY STATE DIFFUSION
Contoh 4.1 Berikut ini adalah sebuah proses konduksi panas tanpa sumber dalam batang terisolasi yang ujungnya dipertahankan pada temperatur konstan 100 ° C dan 500 ° C. Masalah satu dimensi ditunjukkan pada Gambar 4.3
Gambar 4.3
diatur oleh persamaan perhitungan distribusi temperatur kondisi tunak pada sebuah batang.
Persamaan (4.13)
Konduktivitas termal k sama dengan 1000 W/m/K, luas penampang A adalah 10 x 10 -3 m 2 .
Solusi: Panjang batang dibagi menjadi 5 volume control yang sama (gambar 4.4) sehingga ?x = 0.1 m.
Gambar 4.4
Grid ini terdiri dari lima node. Untuk setiap satu dari node 2, 3 dan 4 nilai suhu ke timur dan barat tersedia sebagai nilai nodal. Akibatnya, persamaan terdiskritisasi dari bentuk (4 .10) dapat langsung ditulis untuk volume kontrol di sekitar node- node ini:

Konduktivitas termal (ke = kw = k), jarak antar node ( ?x) dan luas penampang (Ae = Aw = A) adalah konstanta. Oleh karena itu persamaan discretised untuk titik-titik nodal 2, 3 dan 4 adalah
Dengan S u dan S p adalah nol dalam kasus ini karena tidak ada suku sumber dalam aturan persamaan (4.13).
Node 1 dan 5 adalah node batas, dan karena itu memerlukan perhatian khusus. Integrasi persamaan (4.13 ) di sepanjang volume control di sekitar titik 1 memberikan
Pernyataan diatas menunjukkan bahwa fluks melalui volume control sempadan A telah didekati dengan mengasumsikan hubungan linear antara temperatur pada sempadan titik A dan titik P. Kita bisa menata kembali (4.16) sebagai berikut:
Dengan m embandingkan persamaan (4 .17) dengan persamaan (4.10 ), dapat dengan mudah diidentifikasi bahwa suhu tetap kondisi sempadan masuk perhitungan sebagai istilah sumber (S u + SpTp ) dengan S u = (2 KA/? x ) TA dan S p = - 2 KA/? x dan bahwa hubungan ke barat sisi boundary telah ditindas dengan menetapkan koefisien aw nol. Persamaan (4 .17) dapat dikeluarkan dalam bentuk yang sama seperti (4 .11) untuk menghasilkan persamaan terdiskritisasi untuk sempadan node 1:
dengan Volume control di sekitar node 5 dapat diperlakukan dengan cara yang sama. persamaan terdiscretisasi diberikan sebagai:
Seperti sebelumnya kita asumsikan distribusi temperatur linier antara node P dan sempadan titik B mendekati fluks panas melalui sempadan volume kontrol. Persamaan (4 .19) dapat diatur kembali sebagai
Persamaan terdiskritisasi untuk sempadan node 5 adalah
Dimana Proses diskritisasi telah menghasilkan satu persamaan untuk setiap titik nodal 1 sampai 5. Substitusi nilai numerik memberikan kA / ?x = 100 dan koefisien dari masing-masing persamaan terdiskritisasi dapat dengan mudah dikerjakan di luar. Nilai-nilai mereka diberikan dalam Tabel 4.1.
Hasil setting persamaan aljabar untuk contoh ini adalah: Setting persamaan aljabar linier tersebut dapat diatur dalam bentuk matrik:
Untuk TA = 100 dan TB = 500, dengan menggunakan metode Eliminasi Gauss diperoleh nilai T1, T2, T3, T4 dan T5 sebagai berikut
Solusi analitis atau solusi exactnya adalah distribusi linier di antara temperature sempadan yang ditentukan dengan cara mengintergrasikan persamaan (4.13)
dengan aplikasi berikutnya pada kondisi sempadan:

T(x = 0) = TA dan T (x = L) = TB
maka diperoleh persamaan:
T = 800x + 100.
Gambar 4.5 menunjukkan hasil solusi exact dan hasil numerik secara berimpit .
Gambar 4.5. Perbandingan Hasil Numerik dengan Solusi Analitis















Tidak ada komentar:
Posting Komentar