Jumat, 18 Maret 2011

Tugas Baca BAB 4

Visible to everyone who is logged in to the system
BAB 4
METODE VOLUME HINGGA UNTUK MASALAH DIFUSI
4.1. Pendahuluan
Persamaan difusi untuk keadaan stedi dapat diturunkan dari persamaan transport untuk properti Ø (2.39):
sehingga menjadi:
  (4.1)
Dengan Ø adalah fraksi massa.
Integrasi volume kendali akan menghasilkan:
 (4.2)
Untuk mendapatkan solusi dari persamaan di atas, diperlukan teknik aproksimasi. Maka persamaan di atas disebut dengan persmaan diskritisasi.
4.2. Metode Control Volume Untuk Difusi Satu Dimensi-Keadaan Tunak
Proses difusi satu dimensi didefinisikan sebagai:
(4.3)
Dengan ? adalah koefisien difusi, S adalah sumber, dan Ø merupakan fraksi massa dengan batas-batas yaitu titik A dan B sudah ditentukan. Proses diskritisasi pada proses difusi satu dimensi ditinjukkan pada gambar 4.1
Gambar 4.1 ( W = west; P =point; E = east)
Proses difusi satu dimensi dapat diselesaikan dalam beberapa tahap, yaitu:
Langkah I : Pembuatan Grid
Langkah pertama pada metode control volume adalah membagi domain menjadi control volume diskrit. Bagi batas antara A dan B menjadi beberapa titik nodal. Boundary dari control volume berada pada perbatasan antara 2 titik nodal. Boundary ini terdapat pada setiap titik nodal. Berdasarkan teknik di atas, maka dapat dikembangkan metode CFD menurut gambar 4.2
Gambar 4.2
Titik P merupakan titik nodal umum, dan titk nodal sebelah kiri dan kanan direpresentasikan sebagai W dan E. Sisi barat dari volume kendali didefiniskan sebagai w dan sisi timur dari volume kendali didefinisikan sebagai e. Jarak antara W dan P, dan antara P dan E di-identifikasikan sebagai ?XWP dan ?XPE. Sama halnya dengan jarak pada volume kendali antara face w dan P, dan antara face P dan e dinotasikan sebagai ?xwP dan ?xPe. Maka ?x = ?xwe
Langkah II: Diskritisasi
Sesuai dengan metode volume kendali, maka governing equation lalu diintegrasikan berdasarkan volume kendali untuk menghasilkan persamaan diskrit pada titik nodal P. Berdasarkan persamaan kendali:
(4.4)
Dengan A merupakan luas penampang dari sisi volume kendali, ?V merupakan volume, dan ? merupakan nilai rata-rata dari sumber S pada volume kendali. Untuk mengkalkulasi gradient dØ/dx pada sisi volume kendali (e dan w), digunakan aproksimasi liner dengan menggunakan karakteristik yang ada, yaitu ?.
(4.5a)
(4.5b)
Fluks difusi ditulis sebagai
(4.6)
(4.7)
Pada keadaan actual, sumber S mungkin merupakan funhgsi dari variable terikat. Pada beberapa kasus, metode volume kendali mengaproksimasikan S sebagai rata-rata dari bentuk linear:
(4.8)
Subtitusi persamaan (4.6(, (4.7), dan (4.8) akan menghasilkan:
(4.9)
Jika disusun ulang:
(4.10)
Dengan memisalkan koefisien ØW dan ØE sebagai aW dan aE, dan koefisien ØP sebagai aP, maka persamaan (4.10) dapat dituliskan sebagai:
(4.11)
Dimana
Langkah III: Solusi persamaan
Untuk mempermudah menyelesaikan persamaan, dapat digunakan bentuk matriks

Tidak ada komentar:

Posting Komentar